Minggu, 30 Agustus 2009
MS-40 Pusat Perhatian Anda Mengembang
“Pikiran anda bergerak kea rah gagasan yanga dominan” _Marshall Sylver_
MS-39 Menjadi Diri Ada yang Terbaik
“Selalu ada pasar untuk orang-orang terbaik dalam berbagai hal.” _Marshall Sylver_
Kesuksesan bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Untuk sukses diperlukan tekad, hasrat, disiplin dan dedikasi. Katakanlah kepada orang lain, apa komitmen anda. Biarkan mereka mengetahui secara pasti apa yang akan anda capai dan kapan anda akan mencapainya. Semakin banyak orang yang anda beritahu, semakin baik jadinya.
Kesuksesan bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Untuk sukses diperlukan tekad, hasrat, disiplin dan dedikasi. Katakanlah kepada orang lain, apa komitmen anda. Biarkan mereka mengetahui secara pasti apa yang akan anda capai dan kapan anda akan mencapainya. Semakin banyak orang yang anda beritahu, semakin baik jadinya.
MS-38 Kata-Kata yang Harus Dihapus dari Kosakata Anda
Kata pertama : Mencoba. Kata “Mencoba” ini menyiratkan kegagalan. “Mencoba” adalah sebuah kata yang digunakan semua orang untuk membebaskan diri dari ikatan. “Mencoba” adalah sebuah kata yang digunakan orang bila mereka mencari dalih karena tidak menyelesaikan apa yang telah mereka mulai atau karena tidak melakukan apa yang tidak ingin mereka lakukan pada mulanya.
Kata Kedua : Tidak Dapat. Kata “Tidak dapat” berarti tidak mengetahui caranya atau tidak menginginkan. Singkirkanlah kata “tidak dapat”, dan tentukanlah apakah anda tidak mengetahui caranya dan akan belajar, ataukah anda tidak menginginkannya dan melepaskan hal itu.
Kata ketiga : Tetapi. Kata “Tetapi” ini adalah menyangkal segala hal yang disebutkan sebelumnya. Sebaiknya gantilah penggunaan kata “Tetapi” dengan kata “dan”. Contoh : “Aku ingin menghasilkan banyak uang, tetapi itu menuntut kerja keras” menjadi “Aku ingin menghasilkan banyak uang dan itu menuntut kerja keras”.
Kata-Kata Lembek
2 kata dibawah ini adalah kata-kata yang menampilkan citra diri anda yang kurang percaya diri. Kata-kata ini mengebiri kekuatan anda sehingga anda tampak tidak yakin pada diri anda sendiri serta hasilnya.
Pertama : Kata “Berharap”. Kata ini adalah sebuah kata yang menyingkapkan kurangnya kepastian dan kepercayaan diri. Orang-orang yang berharap hidup mereka akan berubah adalah orang-orang yang tidak melakukan apapun bagi diri mereka sendiri. Kata “berharap” menimbulkan perasaan menyenagkan, tetapi tidak mengandung ketegasan niat yang terkandung dalam pengetahuan. Gantilah kata “berharap” ini dengan kata “mengetahui”.
Kedua : Kata “Jika”. Kata “Jika” ini sama seperti kata “Seandainya”. Kata ini menyiratkan sesuatu yang tidak ada, padahal anda harus menghadapi apa yang ada. “Jika” adalah sebuah kata yang digunakan untuk merasionalisasikan penyesalan mereka. “Jika” adalah sebuah kata yang membubuhkan syarat-syarat apa yang ingin anda capai. Ia membuat anda menunggu sampai situasinya sempurna dan membuat anda ragu-ragu untuk mengejar apa yang anda inginkan. Gantilah kata “Jika” ini dengan kata “Saat”
Kata Kedua : Tidak Dapat. Kata “Tidak dapat” berarti tidak mengetahui caranya atau tidak menginginkan. Singkirkanlah kata “tidak dapat”, dan tentukanlah apakah anda tidak mengetahui caranya dan akan belajar, ataukah anda tidak menginginkannya dan melepaskan hal itu.
Kata ketiga : Tetapi. Kata “Tetapi” ini adalah menyangkal segala hal yang disebutkan sebelumnya. Sebaiknya gantilah penggunaan kata “Tetapi” dengan kata “dan”. Contoh : “Aku ingin menghasilkan banyak uang, tetapi itu menuntut kerja keras” menjadi “Aku ingin menghasilkan banyak uang dan itu menuntut kerja keras”.
Kata-Kata Lembek
2 kata dibawah ini adalah kata-kata yang menampilkan citra diri anda yang kurang percaya diri. Kata-kata ini mengebiri kekuatan anda sehingga anda tampak tidak yakin pada diri anda sendiri serta hasilnya.
Pertama : Kata “Berharap”. Kata ini adalah sebuah kata yang menyingkapkan kurangnya kepastian dan kepercayaan diri. Orang-orang yang berharap hidup mereka akan berubah adalah orang-orang yang tidak melakukan apapun bagi diri mereka sendiri. Kata “berharap” menimbulkan perasaan menyenagkan, tetapi tidak mengandung ketegasan niat yang terkandung dalam pengetahuan. Gantilah kata “berharap” ini dengan kata “mengetahui”.
Kedua : Kata “Jika”. Kata “Jika” ini sama seperti kata “Seandainya”. Kata ini menyiratkan sesuatu yang tidak ada, padahal anda harus menghadapi apa yang ada. “Jika” adalah sebuah kata yang digunakan untuk merasionalisasikan penyesalan mereka. “Jika” adalah sebuah kata yang membubuhkan syarat-syarat apa yang ingin anda capai. Ia membuat anda menunggu sampai situasinya sempurna dan membuat anda ragu-ragu untuk mengejar apa yang anda inginkan. Gantilah kata “Jika” ini dengan kata “Saat”
MS-37 : Cara Menyusun Program Bawah Sadar yang Dahsyat
Kaidah 1 : Gunakan kata dan gambar yang positif, bukan yang negatif. Singkirkan semua kata negatif dan gunakan kalimat positif
Kaidah 2 : Gunakan bentuk waktu kini. Jika anda menyusun sebuah afirmasi, susunlah afirmasi itu seolah-olah hal tersebut sudah terlaksana.
Kaidah 3 : Tegaskanlah suatu tindakan dengan suatu kemampuan. Menyampaikan pokok pikiran adalah suatu kemampuan, sesuatu yang tidak dapat anda kendalikan. Satu-satunya hal yang dapat anda kendalikan adalah tindakan anda. Jadi, tegaskan suatu tindakan dengan suatu kemampuan.
Kaidah 4 : Pusatkan perhhatian anda setiap kali pada satu bidang saja. Dengan memilih satu bidang pemrograman yang spesifik, anda memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil. Setelah anda mencapai tujuan dan memiliki kebiasaan baru, maka hal itu akan berdampak besar pada penerimaan anda terhadap program berikutnya yangbanda ciptakan.
Kaidah 5 : Gunakan semua detail yang tersedia. Jika anda ingin membentuk sebuah kebiasaan yang kuat, tanamkan dalam diri anda keyakinan atau pernyataan akan kebiasaan tersebut. Pernyaaan-pernyataan itu jadi akan lebih merangsang bagi pikiran bawah sadar anda.
Kaidah 6 : Gunakan tujuan-tujuan yang dapat dicapai. Disini yang perlu diingat adalah jangan menempatkan tujuan atau program untuk kebiasaan dan rencana baru anda jauh dari jangkauan. Hal itu akan membuat frustrasi bagi pikiran bawah sadar dan bagi pribadi itu secara keseluruhan. Selain itu, tujuan-tujuan yang tidak dapat dicapai akan menyebabkan penolakan terhadap kebiasaan yang baru.
Kaidah 7 : Rumuskan dengan tepat. Jika hasil yang ingin anda peroleh dapat diukur, maka sebutkanlah berat, nilai dan jumlahnya dengan tepat.
Kaidah 8 : Gunakan kata ganti orang pertama. Dalam memprogram ulang bawah sadar, anda sebaiknya menggunakan kata ganti orang pertama, contohnya seperti : “Aku percaya diri”. Anda dapat menggunakan kata ganti orang kedua jika anda merekam program tersebut ke dalam kaset.
Kaidah 2 : Gunakan bentuk waktu kini. Jika anda menyusun sebuah afirmasi, susunlah afirmasi itu seolah-olah hal tersebut sudah terlaksana.
Kaidah 3 : Tegaskanlah suatu tindakan dengan suatu kemampuan. Menyampaikan pokok pikiran adalah suatu kemampuan, sesuatu yang tidak dapat anda kendalikan. Satu-satunya hal yang dapat anda kendalikan adalah tindakan anda. Jadi, tegaskan suatu tindakan dengan suatu kemampuan.
Kaidah 4 : Pusatkan perhhatian anda setiap kali pada satu bidang saja. Dengan memilih satu bidang pemrograman yang spesifik, anda memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil. Setelah anda mencapai tujuan dan memiliki kebiasaan baru, maka hal itu akan berdampak besar pada penerimaan anda terhadap program berikutnya yangbanda ciptakan.
Kaidah 5 : Gunakan semua detail yang tersedia. Jika anda ingin membentuk sebuah kebiasaan yang kuat, tanamkan dalam diri anda keyakinan atau pernyataan akan kebiasaan tersebut. Pernyaaan-pernyataan itu jadi akan lebih merangsang bagi pikiran bawah sadar anda.
Kaidah 6 : Gunakan tujuan-tujuan yang dapat dicapai. Disini yang perlu diingat adalah jangan menempatkan tujuan atau program untuk kebiasaan dan rencana baru anda jauh dari jangkauan. Hal itu akan membuat frustrasi bagi pikiran bawah sadar dan bagi pribadi itu secara keseluruhan. Selain itu, tujuan-tujuan yang tidak dapat dicapai akan menyebabkan penolakan terhadap kebiasaan yang baru.
Kaidah 7 : Rumuskan dengan tepat. Jika hasil yang ingin anda peroleh dapat diukur, maka sebutkanlah berat, nilai dan jumlahnya dengan tepat.
Kaidah 8 : Gunakan kata ganti orang pertama. Dalam memprogram ulang bawah sadar, anda sebaiknya menggunakan kata ganti orang pertama, contohnya seperti : “Aku percaya diri”. Anda dapat menggunakan kata ganti orang kedua jika anda merekam program tersebut ke dalam kaset.
MS-36 : 6 Langkah Untuk Membentuk Kebiasaan yang Tangguh
• Langkah 1 : Ungkapkan kebiasaan-kebiasaan baru anda pada dunia. Semakin besar pengungkapan anda pada dunia, semakin besar keberhasilan anda dalam kebiasaan baru tersebut.
• Langkah 2 : Ambilah tindakan sekarang. Tentukan kapan anda akan menerapkan kebiasaan baru anda. Jika kebiasaan itu adalah sesuatu yang memilih tanggal berhenti definitif atau tanggal mulainya.
• Langkah 3 : Ketahuilah apa yang anda hasilkan dan berfokuslah padanya. Bila anda ingin mengubah suatu kebiasaan, ada saatnya anda harus menyatakan sebuah perubahan kepada diri anda.
• Langkah 4 : Gunakan tindakan berulang. Terkadang anda berpikir tidak pernah mendapatkan apa-apa dari suatu tindakan yang telah anda lakukan. Padahal sesungguhnya anda telah mencapai sesuatu yang tidak anda sadari. Teruslah berusaha dengan gigih dan berfokuslah pada perubahan, kemudian bertahanlah. Lama-kelamaan hal tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan.
• Langkah 5 : Saat anda keluar jalur, maka kembalilah pada jalur semula. Apapun pilihan anda, anda-lah yang membuat pilihan tersebut. Jika anda sungguh-sungguh ingin mengubah sebuah kebiasaan dan anda menyadari saat ini anda keluar dari jalur perubahan yang telah anda buat, maka kembalilah pada jalur perubahan semula. Mengubah kebiasaan bukanlah perkara tidak keluar jalur atau tidak, melainkan berapa lama waktu yang anda perlukan untuk menyadari anda keluar jalur dan seberapa cepat anda kembali.
• Langkah 6 : Maafkan diri anda dengan kata-kata yang sesuai. Dengan kata lain, jika anda keluar jalur, katakanlah kepada diri anda : “Aku tidak seperti itu, aku bertanggung jawab atas bidang kehidupanku ini. Aku kuat, aku penuh kekuatan, dan lain sebagainya.
• Langkah 2 : Ambilah tindakan sekarang. Tentukan kapan anda akan menerapkan kebiasaan baru anda. Jika kebiasaan itu adalah sesuatu yang memilih tanggal berhenti definitif atau tanggal mulainya.
• Langkah 3 : Ketahuilah apa yang anda hasilkan dan berfokuslah padanya. Bila anda ingin mengubah suatu kebiasaan, ada saatnya anda harus menyatakan sebuah perubahan kepada diri anda.
• Langkah 4 : Gunakan tindakan berulang. Terkadang anda berpikir tidak pernah mendapatkan apa-apa dari suatu tindakan yang telah anda lakukan. Padahal sesungguhnya anda telah mencapai sesuatu yang tidak anda sadari. Teruslah berusaha dengan gigih dan berfokuslah pada perubahan, kemudian bertahanlah. Lama-kelamaan hal tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan.
• Langkah 5 : Saat anda keluar jalur, maka kembalilah pada jalur semula. Apapun pilihan anda, anda-lah yang membuat pilihan tersebut. Jika anda sungguh-sungguh ingin mengubah sebuah kebiasaan dan anda menyadari saat ini anda keluar dari jalur perubahan yang telah anda buat, maka kembalilah pada jalur perubahan semula. Mengubah kebiasaan bukanlah perkara tidak keluar jalur atau tidak, melainkan berapa lama waktu yang anda perlukan untuk menyadari anda keluar jalur dan seberapa cepat anda kembali.
• Langkah 6 : Maafkan diri anda dengan kata-kata yang sesuai. Dengan kata lain, jika anda keluar jalur, katakanlah kepada diri anda : “Aku tidak seperti itu, aku bertanggung jawab atas bidang kehidupanku ini. Aku kuat, aku penuh kekuatan, dan lain sebagainya.
MS-35 : Ciptakan Pelebur Kebiasaan
• Hal yang harus anda lakukan adalah membentuk pelebur kebiasaan. Pelebur kebiasaan ini adalah sebuah yang anda ciptakan untuk membantu anda memutuskan untuk mengambil keputusan
• Kunci untuk menggunakan alat pelebur kebiasaan mental ini adalah dengan bersikap konsisten.
• Kunci untuk menggunakan alat pelebur kebiasaan mental ini adalah dengan bersikap konsisten.
MS-34 Unsur-unsur Sebuah Kebiasaan
“Sukses adalah sebuah kebiasaan” _Marshall Sylver_
“Sebuah kebiasaan adalah sesuatu yang sering dilakukan dan karenanya dilakukan dengan mudah”
1. Kebiasaan itu dipilih : sebuah kebiasaan adalah sebuah pilihan, bukan suatu kebetulan. Anda lah yang memilih kebiasaan-kebiasaan tersebut. Sebuah tindakan kebiasaan dan disiplin, sama-sama di bentuk oleh anda sendiri.
2. Kebiasaan biasanya di program melalui emosi. Hal ini karena semua persuasi terjadi pertama-tama pada tingkat emosional dan kemudian di topang dengan logika.
3. Sebuah kebiasaan adalah bahwa hal itu harus diasosiasikan sebagai hal yang tepat bagi pikiran sadar. Dalam hal ini pikiran dasar harus menerima bahwa memiliki kebiasaan itu adalah hal yang tepat.
4. Sebuah kebiasaan adalah bahwa kebiasaan itu harus diulang sampai hal itu terasa mudah.
5. Sebuah kebiasaan adalah bahwa kebiasaan itu merupakan sesuatu yang dilakukan seolah-olah tanpa berpikir.
“Sebuah kebiasaan adalah sesuatu yang sering dilakukan dan karenanya dilakukan dengan mudah”
1. Kebiasaan itu dipilih : sebuah kebiasaan adalah sebuah pilihan, bukan suatu kebetulan. Anda lah yang memilih kebiasaan-kebiasaan tersebut. Sebuah tindakan kebiasaan dan disiplin, sama-sama di bentuk oleh anda sendiri.
2. Kebiasaan biasanya di program melalui emosi. Hal ini karena semua persuasi terjadi pertama-tama pada tingkat emosional dan kemudian di topang dengan logika.
3. Sebuah kebiasaan adalah bahwa hal itu harus diasosiasikan sebagai hal yang tepat bagi pikiran sadar. Dalam hal ini pikiran dasar harus menerima bahwa memiliki kebiasaan itu adalah hal yang tepat.
4. Sebuah kebiasaan adalah bahwa kebiasaan itu harus diulang sampai hal itu terasa mudah.
5. Sebuah kebiasaan adalah bahwa kebiasaan itu merupakan sesuatu yang dilakukan seolah-olah tanpa berpikir.
Langganan:
Postingan (Atom)